Selasa, 21 Februari 2012
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: BUKU BUSA, BUKU UNTUK PAUD DAN AMAN BUAT BALITA
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: BUKU BUSA, BUKU UNTUK PAUD DAN AMAN BUAT BALITA: Lagi mencari buku untuk PAUD atau buat anak BALITA di rumah yang lebih dominian unsur VISUAL nya? Ini dia "BUKU BUSA" Buku yang bisa me...
BUKU BUSA, BUKU UNTUK PAUD DAN AMAN BUAT BALITA
Lagi mencari buku untuk PAUD atau buat anak BALITA di rumah yang lebih dominian unsur VISUAL nya? Ini dia "BUKU BUSA" Buku yang bisa membuat Balita anda suka membaca. Buku ini dikemas dengan material EVA (Sejenis material busa) yang bisa digunakan untuk media bermain anak anak anda. Ringan dan aman untuk Balita usia 2- 5 tahun. Isinya ; Mengenalkan ibadah kepada anak-anak muslim dengan gambar yang berwarna warni dan pasti sangat menarik anak-anak BALITA untuk meraih dan memegangnya.
Buku ini sangat sesuai untuk kebutuhan PAUD, TK, PG dan juga KOBER atau juga untuk hadiah ulang tahun si kecil di rumah anda. Segera miliki ke lima jilid buku ini. Dengan judul sebagai berikut : Gerakan Shalat, Ayo Berdoa, Masjid dan Sekitarnya, Kalimat Thoyibah dan Belajar Wudhu.
Berikut cara penggunaanya :
PEMESANAN :
Book Advisor MDS Yogya
Info Customer Care : 0815 788 33 215
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: NABIKU IDOLAKU EDISI PREMIUM : memiliki konsep ya...
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: NABIKU IDOLAKU EDISI PREMIUM : memiliki konsep ya...: NABIKU IDOLAKU EDISI PREMIUM : memiliki konsep yang memadukan antara tradisi lisan dan kecanggihan teknologi dalam menyampaikan kisah-kisa...
NABIKU IDOLAKU EDISI PREMIUM : memiliki konsep yang memadukan antara tradisi lisan dan kecanggihan teknologi dalam menyampaikan kisah-kisah teladan nabi dan rasul. Di Nusantara, tradisi lisan sudah berkembang selama berabad-abad, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lembaga pendidikan. Kisah-kisah dituturkan agar dapat diambil hikmah dan pelajarannya dalam menjalani kehidupan. Kini, tradisi itu hadir kembali dalam pengemasan yang disesuaikan dengan era modern dalam Nabiku Idolaku.
Nabiku Idolaku disajikan dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tujuannya untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan ragam bahasa pada diri anak. Selain itu, dengan SMART E-Pen, anak-anak dapat belajar pelafalan kata B. Indonesia dan B. Inggris dengan menunjuk kata yang bersangkutan.
Cerita dalam Nabiku Idolaku dilengkapi dengan ilustrasi musik. Membaca pun menjadi lebih interaktif. Seperti kita ketahui, musik mampu mencerdaskan dan meningkatkan kepekaan anak terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak dalam bersosialisasi. Musik pun dapat membangkitkan semangat dan merangsang kreativitas. Terdapat sekitar 400 halaman ilustrasi musik dalam produk Nabiku Idolaku edisi premium.
NABIKU IDOLAKU dibagi menjadi 12 jilid buku interaktif kisah 25 nabi teladan sepanjang zaman yang dilengkapi dengan sarana membaca secara interaktif berupa:
1 Inner Box Buku Interaktif Kisah 25 Nabi Teladan Sepanjang Mas
1 Inner Box Buku Interaktif Kisah Tokoh-Tokoh di Al Quran
1 Master Box
1 Smart E-Pen Pelangi Mizan
1 CD Interaktif
6 Jilid Buku Interaktif Kisah Tokoh-Tokoh dalam Al Quran
1 Buku Main Yuk! Kisah 25 Nabi Sepanjang Zaman
Harga Rp. 5.937.500 Cash disc 20% jadi Rp. 4.750.000
Harga indent sampai Februari 2012 Rp. 3.900.000, DP Rp. 500.000
Dapatkan bonus:
Buku Senilai Rp. 500.000 : Buku Pintar Islam+2 KKPK + Buku Al-Qur’an Tematis & Buku Mutiara Riyadhushshalihin
Hadiah lainnya untuk customer indent:
1. Mendapat vocher 30% untuk pembelian produk buku Mizan Dian Semesta (MDS) lainnya yang berlaku selama 3 bulan sejak transaksi.
2. Mendapat pin+poster+stiker “Nabiku Idolaku”.
Ayo Segera hubungi Book Advisor MDS Jogja atau hub customer care di 0815 788 33 215
Rabu, 14 Desember 2011
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: KISAH KLASIK BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH...
MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: KISAH KLASIK BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH...: Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang...
KISAH KLASIK BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH...
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.
Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.
Tags :
Selasa, 29 November 2011
Segera miliki buku yang yang memadukan konsep antara
tradisi lisan dan kecanggihan teknologi dalam menyampaikan kisah-kisah teladan
NABI DAN RASUL
Temukan keunikan dan keasyikan dalam produk "NABIKU IDOLAKU edisi PREMIUM.
Bukan sekadar membaca buku.
Dengan teknologi muktahir PELANGI MIZAN SMART E-PEN,
membaca menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu, produk NABIKU IDOLAKU
mengembangkan kecerdasan majemuk anak, seperti kecerdasan linguistik, musikal, visual,
logika, intelektual, emosional, sosial, dan kinestetik. —
Di Nusantara, tradisi lisan sudah berkembang selama berabad-abad, baik dalam keluarga,
masyarakat, maupun lembaga pendidikan. Kisah-kisah dituturkan agar dapat diambil
hikmah dan pelajarannya dalam menjalani kehidupan. Kini, tradisi itu hadir kembali dalam
pengemasan yang disesuaikan dengan era modern dalam Nabiku Idolaku.
PEMESANAN DAN INFORMASI :
CS : 0815 788 33215
twitter : @mdsjogja
Email : mdsjogja@gmail.com
Tags : Buku anak, nabi, nabiku idolaku, new nabiku idolaku, NBI premium, Buku dengan Talking Pen, Cerita 25 Nabi dan Rasul, Membuat anak senang membaca, membuat anak suka Bahasa Inggris, Membuat anak tahu sejarah.
Senin, 28 November 2011
18 POIN PENDIDIKAN KARAKTER
Ada 18
nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas. Mulai tahun
ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan
pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18
nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3.
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja
Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8.
Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa
Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10.
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta
Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
12.
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13.
Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
14. Cinta
Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
15. Gemar
Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli
Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli
Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.
Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: Bahan Pelatihan Penguatan
Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya
Saing dan Karakter Bangsa, oleh Pusat Kurikulum Departemen
Pendidikan Nasional, 2010
***
Apakah
inisiatif pendidikan karakter di sekolah ini akan berhasil atau hanya sekedar
menjadi dokumen formalitas belaka, mari kita lihat. Salah satu indikator
sederhana yang bisa kita lihat bersama adalah apakah kecurangan UN akan hilang
atau tetap saja tak berubah seperti biasanya.
NABIKU IDOLAKU EDISI PREMIUM
BUKU TERBARU DARI MIZAN DIAN SEMESTA :
NABIKU IDOLALU EDISI PREMIUM
Nabiku Idolaku disajikan dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tujuannya untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan ragam bahasa pada diri anak. Selain itu, dengan SMART E-Pen, anak-anak dapat belajar pelafalan kata B. Indonesia dan B. Inggris dengan menunjuk kata yang bersangkutan.
Cerita dalam Nabiku Idolaku dilengkapi dengan ilustrasi musik. Membaca pun menjadi lebih interaktif. Seperti kita ketahui, musik mampu mencerdaskan dan meningkatkan kepekaan anak terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak dalam bersosialisasi. Musik pun dapat membangkitkan semangat dan merangsang kreativitas.
INDENT SEKARANG JUGA,
DAPATKAN HARGA ISTIMEWA!!!
HARGA NABIKU
IDOLAKU
•Rp 5.937.500
INDENT SEKARANG HANYA TRANSFER
Rp. 500.000
KE REKENING MIZAN DIAN SEMESTA YOGYA
BANC BCA NO REK 0600392221
DAN MILIKI BUKUNYA HANYA DENGAN HARGA
•Rp 3.900.000
Masih mendapatkan BONUS :
•PERIODE I (pd saat
indent) : Buku Pintar
Islam + 2 KKPK atau
1 KKPK & 1 CD Haddad Alwi
• PERIODE II (pd saat pengiriman) : Buku
Al-Qur’an Tematis & Buku Mutiara RiyadhushShalihin
#Judul buku
KKPK dapat berubah sesuai stok
yang ada
•
•Harga indent berlaku sampai Februari 2012
•Harga indent bln Maret-Mei 2012 Rp
4.275.000
(tanda jadi Rp 500.000)
•Masa pengiriman Harga Indent berlaku selama 1 bulan sejak buku tersedia
•Pengiriman buku sejak buku tersedia lebih dari 1 bulan berlaku harga normal
INFO LENGKAP :
CS : 0815 788 33 215
Twitter : @mdsjogja
Email : mdsjogja@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)








