Rabu, 10 Agustus 2011

I LOVE MY QURAN, BELAJAR QURAN YG MENYENANGKAN UNTUK ANAK




I LOVE MY AL QURAN (ILMA)
Rp 3400000.00
Memperkenalkan anak segala nilai dan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran dengan asyik dan menyenangkan
Pengenalan Al-Quran kepada anak-anak merupakan bagian penting dari upaya mendekatkan umat pada sumber ajaran agama yang dipeluknya. Apalagi di saat moralitas keagamaan cenderung terkikis saat ini. Tentu saja, pengenalan Al-Quran kepada anak-anak mesti disesuaikan dengan tingkat nalar dan alam pikiran mereka, sehingga memerlukan pendekatan atau metode tersendiri. Salah satu metode tersebut berusaha ditawarkan oleh penerbit Pelangi Mizan, sebagaimana terlihat dalam buku I Love My Al-Quran ini. Setidaknya, buku ini dapat merangsang anak-anak untuk mempelajari Al-Quran secara lebih menarik dan menyenangkan.KH. A. Hasyim Muzadi, Ketua Umum PB NU


Dengan buku ini, orangtua lebih mudah memperkenalkan Al-Quran dengan segala nilai dan ajaran yang terkandung di dalamnya kepada putra-putrinya. Melalui pendekatan khusus, mengunakan bahasa yang insya Allah lebih mudah dicerna dan dipahami oleh mereka.
KH. Shidiq Amien, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis)


Buku ILMA yang diterbitkan kelompok Mizan ini, sebuah inovasi. Sebuah usaha kreatif untuk mendekatkan keluarga muslim pada kitab sucinya. Buku ini tampil dengan bahasa warna dan gambar yang merupakan medium efektif untuk berkomunikasi dengan anak.

Prof. Dr. Dien Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah



Menariknya lagi, buku ini ditujukan kepada generasi paling awal, kepada anak-anak, dengan metode yang dianggap sesuai dengan tingkat pemikiran mereka. Dengan buku ini kaum orangtua yang peduli, akan melakukan bimbingan kepada putra-putri mereka dan-siapa tahu- sekaligus mendapatkan bimbingan dari buku ini.
KH. A. Mustofa Bisri, Tokoh Ulama NU


I Love My Al-Quran merupakan salah satu cara yang unik lagi mutakhir yang kami duga keras akan sesuai dengan selera anak, sehingga akan mampu mendekatkan Al-Quran ke benak hati mereka.
Prof. Dr. M. Quraish Shihab, penulis Tafsir Al-Mishbah


Yang menarik dari buku ini adalah kemampuannya mengenalkan, mengajarkan, serta menanamkan pesan-pesan maupun ajaran-ajaran Al-Quran secara komunikatif, mengalir, dan tidak membosankan sehingga mudah diikuti dan dicerna pembacanya. Hal lain yang patut diapresiasi adalah kreativitasnya menyajikan kandungan ayat-ayat Al-Quran dengan pendekatan komikal, baik dari segi gaya dialog maupun ilustrasi gambar yang menarik perhatian dan mudah diingat, sehingga terkesan tidak menggurui.
Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah


Di tengah upaya gigih kaum sekulerisme, liberalisme dan pluralisme memisahkan umat dari Al-Quran, kehadiran I Love My Al-Quran diharapkan dapat mengilhami lahirnya generasi Qurani yang tidak hanya membaca, tapi juga berupaya memahami, menghayati, serta mengamalkan Al-Quran.
KH. Athian Ali Muhammad Da’i, Lc., M.A. Ketua Forum Ulama Umat Islam


Buku I Love My Al-Quran adalah salah satu dari sedikit sajian yang akan mendorong para pembacanya bergerak bersama menyambut kelahiran “the living Quran” baru.
KH. Dr. Miftah Faridl


Saya lihat di dalam ILMA mencakup pendidikan IQ, EQ, dan SQ yang sangat dibutuhkan oleh anakanak dewasa ini. Selain itu, kebutuhan seorang anak yaitu belajar dan bermain diperoleh secara bersamaan.
Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE, Guru Besar Universitas Muslim Indonesia Makasar


Saya menyambut baik penerbitan ILMA ini karena akan menumbuhkan kecintaan anak-anak pada Al-Quran. Dengan kecintaan itu diharapkan mereka mau membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
KH. Didin Hafidudin


Saya menilai produk ini sangat bagus dan kreatif. Ini proyek besar insya Allah berkah. Penuh ilustrasi dan warna-warni, tapi berbeda dengan komik-komik hiburan. Saya yakin, buku ini bisa membuat anak semakin cinta pada Al-Quran. Asal, dalam penyajian ilustrasinya tidak mengurangi “kesakralan” Al-Quran.
Habib M. Rizieq Syihab, Ketua umum FPI


Gaya bahasanya “gaul”, sederhana, gampang dipahami oleh anak-anak, informatif, bersahabat, interaktif, sehingga tanpa serasa, anak-anak bisa memahaminya dengan penuh ceria.
Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad, MA


Al-Quran dikemas dalam tampilan segar, agak kekanak-kanakan sesuai alam pikiran mereka. Dihiasi warna-warni ceria dan gambar-gambar ilustratif yang imajinatif. Diharapkan anak-anak membacanya dengan rileks dan gembira.
Ir. H. Bambang Pranggono MBA, penulis Percikan Sains dalam Al-Quran


Ada dua jenis buku anak yang sangat saya impikan. Pertama, jenis buku yang saya sebut dengan “khutbah untuk anak”. Sebuah buku yang menggerakkan jiwa dengan nilai-nilai spiritual Islam, tetapi tidak menggurui. Kedua, jenis buku yang menunjukkan, bukan mengatakan, kepada anak bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup, bukan sekadar bacaan. Saya bersyukur, Pelangi Mizan menghadirkan buku yang tidak hanya menunjukkan kehebatan Al-Quran. Lebih dari itu, I Love My Al-Quran menyajikan Al-Quran dalam wajah yang bersahabat dengan anak, lengkap dengan “tafsir”-nya. Sebuah langkah cerdas untuk mendekatkan anak pada Al-Quran dan mengantarkan mereka menjadi generasi Qurani.
M. Fauzhil Adhim, Penulis dan Pakar Keayahbundaan


Kreativitas adalah inti kebudayaan. Tanpa kreativitas, budaya mandek. I Love My Al-Quran (ILMA) adalah salah satu bentuk kreativitas untuk mengenal dan mencintai Al-Quran sejak dini. Semoga dengan ILMA ini, umat Islam semakin mencintai Al-Quran sebagai sumber inspirasi untuk berkreasi.
Acil Bimbo, Musisi


Sangat pantas kalau setiap Muslim, baik dewasa maupun anak-anak menyatakan: “I Love My Al-Quran!” Bukankah kecintaan pada Al-Quran perlu dipupuk dan dibina sejak kanak-kanak, saat jiwa manusia masih bersih?
Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, M.A.


Gagasan mengenai anak yang sejak usia dini sudah mendapat pelajaran Al-Quran yang disertai gambar-gambar sangatlah menarik. Sebab, gambar-gambar tersebut lebih mengasyikkan, mudah diserap, dan melekat dalam ingatan anak.
Ali Audah, Penerjemah The Holy Quran


Saat ini, banyak orangtua yang menyadari betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak. Namun, banyak orangtua yang bingung: “Bagaimana caranya?” Hadiahkan saja I Love My Al-Quran untuk anak-anak kita! Insya Allah, mereka akan akrab dengan Al-Quran. Semoga dengan ikhtiar ini, mereka menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan zamannya.
Aam Amirudin M.Si, Penulis Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma

Dengan demikian I Love My Al Quran adalah pilihan tepat untuk membangun generasi muslim yang dekat dan mencintai Al Quran sebagai pedoman hidupnya.

MAU PARSEL YG BERMANFAAT SEUMUR HIDUP? INI DIA JAWABANNYA:


Rabu, 27 Juli 2011

PARSEL LEBARAN... BUKU ISTEMEWA HADIAH TAMAT PUASA




Tags : Parsel, Parcel,Parsel Lebaran, Buku, Quran, Ensiklopedia, Hadiah, Tamat Puasa, Puasa Ramadhan, Ensiklopedia Muhammad, I Love My Quran, Ensiklopedia Bocah Muslim, Halo Balita,  Kado.

Rabu, 20 Juli 2011

BACAKANLAH SEGERA CERITA UNTUK ANAK SEBELUM KITA MENYESALINYA..

Semuanya itu baru disadari Ardi pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya.
Dengan susah Payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk.
Semuanya sia-sia belaka.
Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu
sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu Ardi membawa pulang pekerjaannya.
Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat Ardi memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.
Dia berkata dengan suara manjanya,

"Papa lihat!"
Ardi menengok kearahnya dan berkata,
"Wah, buku baru ya?" "Ya Papa!"katanya berseri-seri,
"Bacain dong!"
"Wah, Papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata Ardi

Dan dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.
 Magy hanya berdiri terpaku disamping Ardi sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat buat mulai merayu kembali:

"Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy".

Dengan perasaan agak kesal Ardi menjawab:

"Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya".
"Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa" katanya sendu.
"Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu."
"Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan."

Ardi berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu,
Magy masih berdiri kaku disebelah Papanya sambil memegang erat bukunya.
Lama sekali Ardi mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi :

"Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka".
"Magy, sekali lagi Papa bilang: Lain kali!" dengan agak keras Ardi membentak anaknya.
Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa,lain kali".

Tapi Magy kemudian mendekati Papanya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Papa sambi berkata :

"Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja
untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy
juga bisa ikut dengar".

Ardi hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran Ardi.
Ardi teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah.
Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan:

 "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy juga bisa ikut dengar". 

Dan karena itulah Ardi mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.

Di pandanginya buku bersampul hijau bergambar peri yang dulu diletakkan Magy dipangkuannya.
Ardi mulai membuka halaman pertama, dan dengan suara parau mulai membacanya.
Ardi sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting.
Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya
terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh
putrinya di jalan depan rumah,  hingga putrinya tewas di hadapannya....

Ardi terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin,  hingga air matanya deras mengalir membasahi setiap lembar yang dibukanya....
Sambil berharap bahwa suaranya cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir...

Kamis, 07 Juli 2011

MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: MENGAJARKAN ANAK MEMBACA DENGAN METODE READ ALOUD

MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: MENGAJARKAN ANAK MEMBACA DENGAN METODE READ ALOUD: "MENGAJARKAN MEMBACA PADA BALITA DENGAN METODE “ READ ALOUD ” Setiap anak terlahir jenius, tapi serin..."

MENGAJARKAN ANAK MEMBACA DENGAN METODE READ ALOUD


MENGAJARKAN MEMBACA PADA BALITA
DENGAN METODE “READ ALOUD”

Setiap anak terlahir jenius, tapi seringkali orang tua memupuskan kejeniusan anak hanya dalam enam bulan pertama anak lahir dengan jarang mengajaknya berbicara, bercanda, berinteraksi dan hanya menganggap bayi umur 0-6 bulan itu kebutuhannya hanya makan, minum dan tidur saja.  Banyak orang tua yang tidak menyadari, bahwa sel otak anak berkembang dengan sangat pesat dalam dua tahun pertama kehidupan anak.  Otak orang dewasa pun 80% nya ditentukan saat masa anak-anak yaitu masa golden age umur 0-5 tahun. 

Menurut penelitian  Profesor Benyamin S, Blomm dari Chicago University, 50% potensi hidup manusia terbentuk ketika kita berada dalam kandungan sampai dengan umur 4 tahun, dan 30% nya terbentuk pada usia 4-8 tahun.  Hal ini berarti potensi dasar manusia terbentuk sebagian besar di rumah, bukan di sekolah.  Karena saat umur 0-4 tahun kebanyakan dari anak-anak belum masuk sekolah. Oleh karenanya, guru pertama anak-anak kita adalah anda orang tuanya. Apa yang orang tua berikan pada anak saat usia golden age ini, akan diserap bagikan spon dengan sangat cepat tanpa bisa disaring oleh otak anak apakah yang anda berikan itu benar atau salah yang jelas otak anak pada usia tersebut menganggapnya sebagai suatu kebenaran dan tersimpan lama dalam otak bawah sadarnya.    

Dengan potensi yang sedemikian hebat di masa golden age tadi, maka mengajarkan anak membaca di usia dini tentunya tidak menjadi masalah, asalkan caranya tidak membuat anak stress bahkan terbebani harus bisa membaca.  Yang kita lakukan bukan membuat anak bisa membaca tapi membuat anak suka membaca.  Perbedaanya, jika hanya bisa membaca maka anak belum tentu suka buku dan hanya terpaksa membacanya, tapi jika anak suka membaca maka kapanpun, dimanapun dia bertemu dengan buku, dia akan tenggelam di dalam cerita buku itu.
Mencari metode yang menyenangkan dalam belajar membaca ternyata jawabannya sangat mudah yaitu dengan membacakan sendiri cerita di buku kepada anak-anak anda, atau dikenal dengan metode  Read Aloud.  Dalam Bab pertama The Read Aloud Handbook  karya Jim Trelease disebutkan, reading aloud adalah metode mengajarkan membaca yang paling  efektif untuk anak-anak karena dengan metode ini kita bisa mengkondisikan otak anak untuk mengasosiasikan membaca sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan.  Juga menciptakan pengetahuan yang menjadi dasar bagi si anak, membangun koleksi kata (vocabulary), dan memberikan cara membaca yang baik (reading role model).

Read aloud dapat dimulai sejak dini, bahkan sejak  semester ke 3 kehamilan .  Respon bayi baru lahir yang dibacakan buku dan tidak dibacakan buku pun berbeda, penelitian mengungkapkan bayi yang dibacakan buku daya hisap ASI nya semakin keras ketika dia dibacakan cerita. Karena itu  semakin dini buku diperkenalkan maka hasilnya akan semakin optimal dalam  upaya menumbuhkan kecintaan anak pada buku dengan bonusnya anak akan bisa membaca dengan sendirinya.

Untuk melakukan read aloud, bisa dimana saja dan kapan saja. Bisa di rumah, saat hendak tidur, sepanjang perjalanan berkendara, menunggu pesawat atau kereta api, atau saat menunggu antrian dokter. Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi dan konsistensi melakukan read aloud. Rutinitas  adalah kunci utama keberhasilannya. Buatlah jadwal Reading Time untuk anak dalam satu bulan penuh dan lakukan dengan sungguh-sungguh dalam satu bulan tanpa terlewat satu hari pun.  Karena apa yang dilakukan selama satu bulan penuh secara rutin akan menjadi kebiasaan yang akan sulit dihilangkan lagi.

Adapun tahapan Read Aloud adalah sebagai berikut :  
1.       Ketika membacakan cerita, orangtua harus  :  melakukan pra baca/scanning terhadap buku.
2.      Tunjukkan cover, sebutkan judul, pengarang, dan  ilustrator bila ada,
3.      Sebutkan buku tersebut menceritakan tentang apa (secara umum)
4.      Tunjukkan kata-kata dengan jari (anak akan mendengar dan melihat tulisannya)
5.     Ajukan pertanyaan seputar cerita. Pancing dengan beberapa pertanyaan ”apa yang akan terjadi ya menurutmu? Apa ini? Apa itu?

Semua buku yang sesuai dengan usia perkembangan dan minat anak dapat dijadikan sarana untuk read aloud. Hanya dengan kurang lebih 10 menit setiap hari (melakukan read aloud), kita dapat membangun pondasi minat dan kecintaan anak terhadap buku dan membaca. Salah satu buku yang saya rekomendasikan untuk membacakan buku dengan metode read Aloud ini adalah buku HALO BALITA dari PELANGI MIZAN.  Buku ini sangat menarik untuk anak Balita, mulai dari cover, warna, bahan, bahasa, tulisan dan isi cerita semuanya sudah disusun berdasarkan kurikulum yang dibutuhkan sebagai pengetahuan dasar anak usia BALITA.  Ada 25 buku cerita dan 1 buku panduan orang tua serta dilengkapi pula dengan 3 buah boneka dalam satu paket lengkap buku ini yang terbagi menjadi 3 tema utama yaitu:  9 jilid   Kemandirian (Self Help), 11 Jilid Nila-nilai dasar (Value) dan 5 Jilid tentang dasar agama (Spiritual).  

Melalui buku ini, anak-anak akan bisa belajar membaca dengan menyenangkan karena isi ceritanya adalah kebiasaan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan mereka seperti AKU BISA MANDI SENDIRI, AKU BISA MAKAN SENDIRI, AKU TIDAK TAKUT KE DOKTER, AKU SAYANG KELUARGA, AKU BISA PAKAI BAJU SENDIRI, AKU SAYANG ALLAH, AKU SAYANG RASULULLAH DLL. 
Semoga bermanfaat.
Salam....

By:  Deassy M. Destiani
deassymd@gmail.com

Kamis, 05 Mei 2011

BUKU ENSIKLOPEDIA BOCAH MUSLIM



Buku ini adalah buku referensi anak Muslim Indonesia pertama. Ensiklopedi ini menyajikan dasar pengetahuan yang paling dibutuhkan oleh anak pada awal masa perkenalannya dengan dunia ilmu pengetahuan. Semua materi dalam buku ini disampaikan dalam kerangka tauhid (memandang sains dan agama bukan sesuatu yang terpisah) dilengkapi dengan berbagai elemen yang membantu pengembangan 9 kecerdasan.

Alur tema yang dipresentasikan dalam alur jilid didasarkan pada:
1. Alur dari mikrokosmos (manusia) menuju makrokosmos (sesuatu diluar manusia, melingkupi makhluk lain, alam beserta aturannya) dan diakhiri oleh teknologi sebagai alat Bantu kehidupan manusia.

 2. Islam memberi penekanan bahwa penemuan diri identik dengan penemuan kebenaran (Allah). Inilah yang membedakan ensiklopedi ini dengan ensiklopedi “barat”. Dimana Ensiklopedi “barat” lebih menempatkan keajaiban alam dan kekuatan teknologi sebagai sesuatu yang istimewa dan menyimpan tema kemanusiaan dan kemasyarakatan pada posisi yang tidak sentral (sub-ordinat).ISLAM AGAMAKU • TUBUHKU • INDONESIAKU • MASYARAKAT DAN BANGSA • TOKOH IDOLAKU • SEJARAH • SENI • MAMALIA • BURUNG DAN SERANGGA • REPTIL DAN AMPHIBI • TUMBUHAN • BUMI KITA • ALAM SEMESTA • SAINS • TEKNOLOGI

 Mengapa Ensiklopedi Bocah Muslim Penting untuk Anak Anda?

 1. Ensiklopedi Bocah Muslim menyajikan dasar-dasar agama dan ilmu pengetahuan secara padu.
 2. Tema yang luas mencakup Al-Islam, kehidupan social, sejarah, seni, dunia binatang dan ekosistem, geografi, geologi, astronomi, sains, dan teknologi.
 3. Bahasa bertutur yang mudah dipahami dan tetap ilmiah.
 4. Dilengkapi kutipan ayat Al-Quran, Hadis Nabi, Kata Mutiara, dan Doa.
 5. Dilengkapi kotak aktivitas yang membantu anak lebih memahami materi yang disajikan. Berbagai aktivitas yang disajikan dirancang untuk melatih kecerdasan kinestetik (fisik) anak.
 6. Kotakata menyajikan kamus mini tiga bahasa serta memperkenalkan istilah-istilah agama, dan istilah teknis berbagai disiplin ilmu. Rubrik ini sangat membantu perkembangan kecerdasan linguistic anak.
 7. Fasilitas Lacak atau Indeks terusan membantu anak menghubungkan satu tema dengan tema lain. Rubrik ini melatih anak untuk mengelompokkan, membedakan, menghubungkan, dan berbagai kecakapan logis matematis lainnya.
 8. Kisah-kisah memukau yang membantu menguatkan kesan anak terhadap materi yang disajikan. Kisah-kisah yang sarat pesan moral membantu meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal.
9. Data-data teknis yang lebih detil disajikan dalam Catatan Kecilku.
 10. Informasi tambahan dan tips keayahbundaan disajikan dalam rubrik khusus Untuk Ayah dan Ibuku.
 11. Lebih dari 8.000 ilustrasi yang terdiri dari foto, gambar realis, kartun, dan vignet.
 12. Semua materi telah ditashih oleh para pakar yang kompeten di bidangnya.
 13. Ensiklopedi Bocah Muslim dirancang khusus untuk mendukung pengembangan IQ, EQ, dan SQ.



 
DISCOUNT 20% 
NORMAL RP. 3.200.000  HARGA DISCOUNT = RP. 2.560.000

ENSIKLOPEDIA BOCAH MUSLIM (EBM)
15 JILID + BONUS 15 BUKU MINI BOOK EBM

PESAN SEKARANG GRATIS CD GAMES INTERAKTIF
HUB 0815 788 33215 ATAU BOOK ADVISOR ANDA.

Selasa, 01 Maret 2011

MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: I LOVE MY QURAN (ILMA)

MIZAN DIAN SEMESTA Jogjakarta: I LOVE MY QURAN (ILMA): " Empat tahun yang lalu Pelangi Mizan membuat Alquran versi lengkap yang ditujukan untuk..."

I LOVE MY QURAN (ILMA)

                        

Empat tahun yang lalu Pelangi Mizan membuat Alquran versi lengkap yang ditujukan untuk anak-anak dari mulai ilustrasi, tafsir, pengemasan, terjemahan dan kelengkapan lainnya yang bisa membuat anak-anak mencintai Al Quran. I Love My Quran merupakan Al Quran pertama untuk anak-anak di dunia.

Agar anak mau mempelajari Alquran maka dibuatlah ILMA ini dengan ilustrasi yang penuh warna. Mushafnya yang ada 15 jilid pun dibuat dalam warna-warna pastel yang sangat menarik untuk anak. Ada warna ungu, biru, pink, kuning dan hijau. Cover depannya pun dibuat dengan latar belakang gambar dari cerita-cerita 25 Nabi dan Rasul yang terdiri dari 15 gambar berbeda. Apabila 15 jilid buku ILMA ini disatukan maka akan terbentuklah puzzle raksasa. Anak dan orang tua bisa saling menebak cerita nabi apa yang ada dalam cover ILMA tersebut sekaligus menjadi pintu masuk anak untuk tahu lebih dalam tentang ILMA.

Seorang ayah yang telah membeli ILMA, yaitu Bapak H. Juanda di pekalongan mengatakan bahwa setiap hari beliau menceritakan arti dan kandungan ayat yang ada dalam ILMA itu kepada anaknya dalam bentuk cerita. Hal ini menjadi mudah karena kandungan ayat dalam ILMA dibuat menjadi suatu cerita dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Seperti Kisah Perang Badar berikut ini :

Kisah Perang Badar

(Sumber: Tafsir I Love My Al-Quran (ILMA) jilid 2 halaman 51)

Seperti tertulis dalam berbagai catatan sejarah, Perang Badar merupakan perang terbuka pertama Rasulullah dan kaum muslimin melawan kaum musyrik Quraisy. Perang itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriyah, di suatu kawasan peperangan Badar, kira-kira 80 mil dari Madinah.

Perang itu berlangsung dalam keadaan tidak seimbang, baik dilihat dari jumlah personilnya, persenjataannya, transportasinya maupun logistiknya. Pihak musyrik Quraisy berkekuatan sekitar 1.000 tentara dengan mengendarai 300 ekor kuda, 700 ekor unta dengan menggenggam senjata yang cukup lengkap dan logistik sangat memadai menurut ukuran waktu itu. Sebaliknya, kaum muslimin hanya berkekuatan 313 tentara, mengendarai 2 ekor kuda dan 70 ekor unta secara bergantian. Sedang senjata yang dibawa seadanya dan logistiknya pun jauh dari mencukupi.

Meski demikian, Allah sengaja hendak membuktikan, bahwa pasukan yang memiliki kekuatan sangat besar, tidak selamanya mampu mengalahkan pasukan yang jauh lebih kecil. Dengan pertolongan Allah semata, akhirnya pasukan besar yang menolak kehadiran Islam berhasil dikalahkan oleh pasukan Islam yang kecil tapi bersih.

Kemenangan kaum Muslimin di Perang Badar ini terdapat dalam Al-Quran Surah ÂLI 'IMRÂN ayat 13:

 
 

قَدْ كَانَ لَكُمْ آَيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

 
 

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.

Dalam Tafsir ILMA SURAH ÂLI 'IMRÂN, Kandungan Ayat 13, disebutkan:

Di ayat ini, Allah mengingatkan bahwa orang-orang yang menolak petunjuk-Nya akan kalah. Seperti yang diceritakan saat Perang Badar. Waktu itu, jumlah pasukan Muslim sedikit dengan senjata seadanya. Tapi, karena yakin kepada Allah, mereka bisa mengalahkan pasukan Quraisy. Padahal pasukan Quraisy berjumlah tiga kali lipat, loh! "... Allah menguatkan dengan bantuan-Nya ...," kata Allah di ayat 13.


 

Oleh karena itu dengan ILMA kita bisa membuat anak-anak lebih mencintai dan memahai Quran karena ILMA mempunyai 5 Keunggulan dibanding Quran Lainnya yaitu :

  1. Ada pintu masuk yang menarik bagi anak (Cerita, Puzle, Warna, Gambar dll)
  2. Anak bisa membaca Buku Tafsir dan Terjemahan I Love My Al-Quran yang dipenuhi ilustrasi dekoratif yang beraneka warna. Kegiatan membaca dan memahami Al-Quran pun menjadi lebih asyik dan memaknai dengan terjemah dan Tafsir yang ada pada setiap halamannya.
  3. Anak bisa mengikat makna dari setiap ayat yang dibacanya dengan menuliskannya pada Diary ILMA.
  4. Anak bisa mempelajari Alquran dari hal yang dia sukai terlebih dahulu, misalnya mulai dari membuka Kamus ILMA yang terdiri dari 800 kosakata dalam Alquran yang disajikan dengan penuh visualisasi gambar dan warna yang sangat menarik untuk anak-anak.
  5. Apabila anak menhafafal 10 kosakata dalam sehari maka perbendaharaan kosa kata anak dalam waktu 80 hari (± 3 bulan) anak sudah bisa menguasai 800 kata-kata dalam Alquran baik dalam bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

MANFAAT

  1. Melalui buku ini, anak-anak diajak belajar hukum tajwid agar dapat membaca Al-Quran secara baik (tartil). Hukum tajwid diperkenalkan secara bertahap dengan sistem warna yang diterapkan langsung di Mushaf Al-Quran, di beberapa halaman jilid pertama.
  2. Dengan membaca buku Tafsir dan Terjemahan I Love My Al-Quran, anak-anak dapat memahami kandungan ayat Al-Quran yang disajikan di samping setiap halaman terjemahan. Kandungan ayat tersebut ditulis dengan bahasa yang sangat komunikatif sehingga dapat membantu anak untuk mengenal kandungan Al-Quran secara bertahap.
  3. Di setiap halaman buku Tafsir dan Terjemahan I Love My Al-Quran, anak-anak diperkenalkan dengan kosakata Al-Quran secara bertahap. Anak-anak diharapkan akan semakin akrab dengan kata-kata yang ada di dalam Al-Quran.
  4. Anak-anak dapat memperluas wawasan dengan membaca informasi tambahan yang berkaitan dengan ayat yang dibaca. Informasi itu bisa berupa peta, peristiwa sejarah, atau pengetahuan ilmiah. Semua itu bisa ditemukan di kotak KAMU PERLU TAHU.
  5. Dalam I Love My Al-Quran, anak-anak dapat mengetahui korelasi satu ayat dengan ayat lainnya atau satu ayat dengan sumber lain. Rujuk silang seperti itu bisa didapatkan di kotak LIHAT JUGA!
  6. Khusus untuk ayah dan ibu disediakan kotak UNTUK AYAH-IBU. Kotak tersebut berisi informasi tambahan yang perlu diketahui oleh ayah dan ibu dalam mendampingi putra-putrinya ketika membaca buku Tafsir dan Terjemahan I Love My Al-Quran.
  7. I Love My Al-Quran memudahkan anak-anak menghafal kandungan ayat dalam 16 surah pendek secara cepat dan menyenangkan melalui CD lagu-lagu yang dilengkapi buku lagu.
  8. Anak-anak dapat mengenal dan menghafal 114 nama surah beserta data seputar surah itu. Meliputi nama surah, arti nama surah, jumlah ayat, serta makkiyyahmadaniyyah-nya. Semua itu dilakukan melalui permainan ular tangga yang mengasyikkan.


 

Ayoo segera kita teriakan I LOVE MY QURAN!!!!!! Bersama ILMA. Segera hubungi Book Advisor anda atau sms ke 0815 788 33215 untuk info lengkap selanjutnya.


 

Dapatkan prospektus ILMA untuk 20 sms yang masuk pertama.